Blog

Manajemen Perubahan

Tulisan ini, mengacu kepada artikel John P. Kotter, berjudul: ‘Leading Change’. Sebuah artikel yang membahas tentang 8 kesalahan yang biasa dilakukan oleh mereka yang sedang berusaha melakukan perubahan dalam perusahaan. Atau, dalam bahasa ‘gaul’-nya, sedang melakukan ‘transformasi’.

Memasuki era digital yang ditandai oleh berbagai perubahan yang sangat cepat dalam perilaku konsumen, proses produksi dan distribusi, maka tuntutan untuk melakukan transformasi menjadi semakin penting dan mendesak.

Proses perubahan yang dilakukan oleh berbagai perusahaan dengan berbagai nama: reengineering, restructuring, business process improvement, total quality management, dan lain-lain, pada dasarnya adalah suatu upaya untuk melakukan perubahan mendasar agar bisa ber-adaptasi dengan berbagai tantangan dan perubahan pasar.

Sebagian dari proses perubahan tersebut, terbukti berhasil sukses. Sebagian lagi, gagal total. Bagian terbesarnya, berada di tengah-tengah: tidak terlalu sukses, juga tidak terlalu gagal.

Pelajaran yang bisa diambil dari berbagai kesuksesan dan kegagalan tersebut adalah, bahwa, semua proses perubahan, akan melalui berbagai tahapan, fase atau langkah, dan bahwa, jika satu atau lebih tahapan tidak dilakukan, maka akan mengakibatkan kegagalan: ilusi seolah-olah proses perubahan terjadi dengan cepat padahal, hasilnya tidak memuaskan.

Pelajaran lain adalah bahwa, jika kita melakukan kesalahan fatal dalam salah satu atau lebih dari tahapan-tahapan tersebut, maka hasil yang diperoleh akan sangat tidak diharapkan, rusak total, serta kehilangan momentum.

Upaya perubahan, apalagi perubahan yang fundamental, adalah bukan sesuatu yang rutin kita kerjakan. Fokus dari hampir semua kegiatan eksekutif manajemen perusahaan adalah bagaimana melakukan peningkatan hasil dengan mempertahankan struktur dan sistem yang ada. Bukan melalui perubahan fundamental terhadap struktur, budaya dan sistem yang ada. Oleh karena itu, bisa dimaklumi bahwa, sehebat apapun seseorang yang mencoba memimpin perubahan, akan sangat banyak melakukan kesalahan-kesalahan (Error). Berikut adalah 8 kesalahan (error) yang biasanya terjadi.

#Error 1: Tidak berhasil membangun sense-of-urgency yang cukup.

#Error 2: Gagal membentuk tim inti / tim pengarah yang kuat.

#Error 3: Kurangnya visi. Tidak ada visi yang jelas.

#Error 4: Gagal meng-komunikasikan Visi.

#Error 5: Tidak mampu untuk menyingkirkan penghalang / penghambat menuju visi yang baru.

#Error 6: Tidak merencanakan dan tidak menciptakan pencapaian-pencapaian kesuksesan jangka pendek (Short-Term-Wins).

#Error 7: Deklarasi kemenangan yang terlalu cepat

#Error 8: Gagal meng-internalisasi nilai-nilai ‘perubahan’ sebagai ‘budaya’ perusahaan (corporation’s culture).

Tinggalkan Balasan

Related Posts


25/08/2017

5 Kebiasan Buruk Pengguna IOS

Semakin menjamurnya produk Apple di masyarakat Indonesia, sejujurnya membuat tim MakeMac senang. Tapi di sisi lain, terkadang kami juga sedih jika menemukan beberapa kebiasaan penggunaan perangkat Apple yang tidak semestinya. Berikut ini beberapa hal diantaranya yang paling sering saya jumpai. Kebiasan Buruk Ini Harus Kamu Hindari: 1. Perangkat iOS Tanpa Backup ke iTunes atau iCloud

25/08/2017

Peer-To-Peer (P2P) Economy

Kapitalisme Adam Smith, berhasil dikalahkan bukan oleh kaum marxis, bukan oleh kaum sosialis. Tapi, oleh netizen. –Maman–. Kapitalisme vs Sosialisme Terlepas dari ‘ajaran asli’ Adam Smith terkait kapitalisme, sepanjang perjalanan sejarah menjelang dan awal abad 20, peradaban dunia disibukkan oleh perseteruan, permusuhan dan peperangan yang diakibatkan oleh kemarahan dan perlawanan yang dilakukan oleh para kaum

%d bloggers like this: